Candi_PenataranCandi Penataran merupakan komplek candi yang terletak di lereng Barat Daya Gunung Kelud. Tepatnya berada di desa Panataran, kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Akses menuju candi penataran cukup mudah dan dapat diakses berbagai jenis kendaraan.
Komplek Candi Penataran menempati areal tanah seluas 12.946 m2 dengan bangunan candi berjajar dari Barat Laut ke Timur, berlanjut ke bagian Tenggara. Komplek candi penataran dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian A, bagian B dan bagian C.
Begitu masuk komplek candi, pengunjung akan disambut oleh dua buah arca penjaga pintu (Dwaraphala) yang dikalangan masyarakat Blitar di kenal dengan sebutan “Mbah Bodo”, yang menarik dari kedua arca penjaga ini bukan karena ukurannya yang besar dan wajahnya yang menakutkan (daemonis) tetapi pahatan angka tahun tertulis dalam huruf Jawa Kuno: tahun 1242 Saka (1320 Masehi). Berdasarkan tulisan tersebut, para Arkeolog berpendapat bahwa bangunan suci Pala (nama lain untuk candi Penataran) di resmikan menjadi kuil negara (state temple) baru pada zaman Raja Jayanegara dari Majapahit yang memerintah pada tahun 1309 – 1328.
Bagian-bagian bangunan yang terdapat di dalam komplek candi Penataran adalah Bale Agung, Pendopo Teras, Candi Angka, Candi Naga dan Candi Induk.
Bangunan Bale Agung berukuran panjang 37 meter, lebar 18,84 meter dan tinggi 1,44 meter. Fungsi bangunan Bale Agung menurut N.J Krom dipergunakan untuk tempat musyawarah para pendeta atau Pedanda.
Pendopo Teras (Batur Pendopo) berada di sebelah Tenggara Bale Agung. Pendopo Teras dindingnya dikelilingi oleh relief-relief cerita. Bangunan pendopo teras berangka tahun 1297 Saka atau 1375 Masehi. Bangunan ini berbentuk empat persegi panjang dengan panjang 29,05 meter, lebar 9,22 meter dan tinggi 1,5 meter. Diduga bangunan ini berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan sesaji dalam upacara keagamaan.
Candi Angka Tahun, disebut demikian karena di atas ambang pintu masuk bangunan terdapat angka tahun: 1291 Saka (1369 Masehi). Pada bagian mahkota nampak hiasan yang meriah. Pada masing-masing dinding tubuh candi terdapat relung-relung atau ceruk berupa pintu semu dimana bagian atasnya terdapat kepala makhluk yang bentuknya menakutkan. Kepala makhluk seperti ini disebut kepala Kala atau Banaspati. Di bagian atas bilik candi pada batu penutup sungkup terdapat relief “Surya Majapahit”.
Candi Naga, candi ini berukuran lebar 4,83 meter, panjang 6,57 meter dan tinggi 4,70 meter. Disebut Candi Naga karena sekeliling tubuh candi dililit naga dan figur-figur seperti raja sebanyak sembilan. Kesembilan tokoh ini digambarkan dalam pakaian mewah dengan Prabha di bagian belakangnya, salah satu tangannya memegang genta (bel upacara) sedang tangan yang lain mendukung tubuh naga yang melingkar bagian atas bangunan.
Candi Induk. Candi ini terletak dibagian paling belakang yakni yang dianggap suci dan berukuran besar. Bangunan Candi Induk terdiri dari tiga teras bersusun dengan tinggi seluruhnya 7,19 meter. Teras pertama berbentuk empat persegi dengan diameter 30,06 meter untuk arah Timur Barat. Pada keempat sisi masing-masing dinding terdapat bagian yang menjorok keluar sekitar 3 meter.
Teras kedua bentuknya berbeda dengan teras pertama, bagian-bagian yang menjorok bukan ke luar tetapi ke dalam namun ukurannya lebih kecil. Adanya perbedaan ukuran antara teras pertama dan teras kedua menyebabkan terjadinya halaman kosong di lantai teras pertama sehingga orang dapat berjalan-jalan mengelilingi bangunan sambilmenyaksikan adegan-adegan yang digambarkan di relief dinding candi.Teras ketiga bentuknya hampir bujur sangkar, dinding-dindingnya berpahatkan arca singa bersayap dan naga bersayap. Yang menarik dari lantai teras ketiga ini adalah sewaktu diadakan pembukaan lantai dalam rangka pemugaran ternyata bagian tengah lantai teras terbuat dari bata merah.
Pada masing-masing sisi kedua tangga naik ke teras pertama terdapat arca Dwarapala, pada alas arca terdapat tahun angka 1269 Saka atau 1347 Masehi. Di bagian arca Dwaraphala ini terdapat relief cerita, relief-relief cerita juga terdapat pada dinding-dinding teras pertama dan kedua bangunan candi induk.
Untuk masuk ke candi penataran, tidak ada tiket pasti, yang ada hanya sumbangan sukarela untuk perawatan candi. Selain bisa menikmati keindahan candi Penataran, pengunjung juga bisa membeli souvenir dan makanan ringan khas Blitar yang ada disekitar lokasi candi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here