mangroveNah bagi warga Surabaya dan sekitarnya yang ingin menikmati keindahan alam, wisata yang satu ini bisa menjadi alternative anda dan keluarga. Wisata Mangrove, memberikan anda nuansa tersendiri di tengah hingar bingarnya kota Surabaya. Wisata ini akan membawa anda menyusuri aliran sungai yang tenang dengan dikelilingi hutan mangrove.

Secara geografis maupun ekologis, kawasan Pamurbaya memiliki fungsi yang sangat penting bagi Kota Pahlawan. Salah satunya adalah mencegah ancaman intrusi air laut. Keberadaan hutan mangrove di Pamurbaya juga memiliki fungsi menetralisir limbah terutama logam berat yang masuk ke laut.
Wisata Anyar Mangrove terletak di Kecamatan Gunung Anyar, sekitar 2 Km ke arah Timur dari kampus UPN Surabaya. Akses menuju lokasi ini cukup mudah karena dapat dijangkau dengan roda dua maupun roda empat. Hutan Mangrove ini merupakan hutan lindung, sehingga siapa saja dilarang berburu atau menebang pohon.
Disini wisatawan diajak menyusuri aliran sungai dengan menaiki perahu tradisional untuk melihat keelokan hutan mangrove yang masih alami dengan aneka spesies khas mangrove di dalamnya seperti monyet, burung dan ikan. Menurut Mbah Gramang, Penanggung Jawab Wisata Anyar Mangrove, kita bisa melihat hutan mangrove dan kera liar yang jumlahnya kurang lebih mencapai 500 ekor. Terkadang monyet-monyet tersebut akan berlari ketika mendengar deru suara mesin perahu.
Pada saat air surut, wisatawan dapat melihat beberapa burung bangau mulai turun dari pohon, selain itu juga bisa melihat biawak dan binatang melata lainnya. Tidak hanya itu, beberapa ikan glodok (ikan yang memiliki kaki sehingga bisa berenang dan berjalan di darat) melintas di antara pohon bakau dan tak jarang juga berenang beradu cepat dengan laju perahu.
prahu Pada saat pengarungan mencapai bibir laut, perahu akan berhenti. Disini wisatawan dapat melihat para nelayan sedang mencari kupang dan menjaring ikan. Tak jarang wisatawan turun dari perahu hanya untuk sekedar bermain air, karena airnya tidak terlalu dalam.
Sejak diresmikan awal tahun ini, wisatawan yang datang ke sini terus meningkat. Bahkan saat week end mencapai 400 orang. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan lokasi ini menjadi lokasi pemotretan prewedding. ”banyak juga yang foto prewedding disini”, tambah Mbah Gramang.
Sebagaimana kebanyakan sungai di Surabaya, aliran sungai di sini juga tak luput dari sampah yang terbawa arus sungai sehingga menempel di samping atau di akar pohon bakau.
Selain masyarakat yang datang ingin berwisata, dan melakukan pengambilan gambar prewedding, banyak juga rombongan yang datang ke tempat wisata ini dari instansi, kelompok atau lembaga.
Perjalanan menyusuri aliran sungai hutan bakau ini menghabiskan waktu sekitar 1 jam ditambah 10 menit untuk mampir di pos pantau, namun jika anda berkunjung diluar hari Sabtu dan Minggu, anda bisa beristirahat di pos pantau lebih lama. Jarak perjalanannya sendiri sejauh 2 km (PP). Tak perlu khawatir untuk perahunya, sebab terdapat 5 buah perahu yang stand by setiap harinya.
Untuk menikmati wisata ini, kita cukup merogoh kocek Rp 10.000/orang. Perahu akan berangkat jika penumpang mencapai 12 orang. Namun jika kurang dari 12 orang atau rombongan keluarga, maka hitungannya adalah sewa perahu seharga Rp 100.000.
Selain Wisata Anyar Mangrove, di kawasan Pantai Timur Surabaya juga terdapat Ekowisata Mangrove Wonorejo (EWM). Untuk mencapai tempat wisata ini, wisatawan harus menempuh jarak sekitar lima kilometer dari Jembatan MERR II-C di kawasan Pondok Nirwana atau Stikom Surabaya.
Untuk mengetahui kekayaan alam di Hutan Mangrove Wonorejo, pengunjung harus menyusuri dengan menggunakan perahu. Selama berada di perahu, tamu akan dipandu pemandu wisata dari pemuda-pemudi karang taruna setempat.
Usai perjalanan itu, pengunjung akan diajak ke sekretariat lembaga ekowisata yang berada di kantor Kelurahan Wonorejo di Jalan Wonorejo 1. Di sekretariat itu, pengelola telah menyiapkan aneka produk karya warga Wonorejo untuk para pengunjung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here