Gambar di samping di buat oleh Koko (Gb 1), ketika diminta untuk menggambarkan tentang dirinya dalam sebuah lingkaran. Koko kemudian menggambarkan bulatan-bulatan seperti papan permainan DART. Setelah diteliti lebih jauh, ternyata Koko merasa dirinya seperti “sasaran tembak” alias selalu merasa bersalah dan tertekan akibat perlakuan dalam keluarga, lingkungan, dan juga perlakuan dirinya terhadap dirinya sendiri (sudut pandang terhadap diri sendiri). Hal ini terjadi karena di dalam keluarga dirinya selalu dimarahi dan dirinya tidak memilih untuk berontak, tetapi menerimanya walaupun dia benar, sehingga terciptalah citra diri yang negatif terhadap dirinya (merasa takut, dan tidak berani ambil inisiatif).rubrik
Di masa depan, jika perasaan tidak PD atau perasaan tidak yakin terhadap dirinya sendiri ini tidak segera diatasi, maka akan susah bagi Koko untuk mengambil inisiatif dalam memulai sesuatu yang baru, seperti membuka usaha, atau mudah dipengaruhi orang sehingga hidupnya seperti “terombang-ambing”, tidak jelas ke mana arahnya.
Solusi bagi Koko adalah
Mulailah yakinkan Koko bahwa dirinya berharga dan dicintai oleh anggota keluarga.
Disarankan bagi anggota keluarga yang lain untuk berhenti memarahi Koko.
Berikan pujian atau penghargaan atas setiap keberhasilannya walaupun hanya keberhasilan kecil.
Segera menemui terapis yang bisa membantu dengan pendekatan bawah sadar, supaya Koko bisa mengalami perubahan yang lebih baik, lebih cepat lagi, dan secara signifikan.
Tulisan tangan di samping adalah tulisan tangan dari Nia (Gb 2). Nia memiliki tulisan tangan yang cukup unik, dimana huruf “g” memiliki lengkungan ke belakang. Lekukan “g” seperti ini biasanya dimiliki oleh seseorang yang memiliki orintasi sexual berbeda (homo, lesbian, atau biseksual) atau juga memiliki “masalah” yang belum terselesaikan dengan sang ayah. Bisa jadi di masa kecilnya Nia pernah dimarahi oleh ayahnya sehingga kejadian itu terus membekas sampai Sekarang.
Kejadian traumatik bersama dengan ayahnya, sehingga susah bagi dia untuk melepaskan persaan tersebut, dan bisa jadi ketika kecil dia pernah mengalami kekerasan seksual atau yang lainnya oleh laki-laki, sehingga dia memiliki perasaan tidak “nyaman” terhadap laki-laki. Pada saat dewasa, Nia bisa memiliki kecenderungan seksual ke sesama jenis.
Setelah diteliti backgroundnya, Nia tidak memiliki background kekerasan seksual atau kejadian traumatis sehingga perlu diterapi lebih lanjut untuk mengetahui asal mula atau penyebab timbulnya bentuk “g” milik Nia.
Solusi untuk Nia adalah
Segera temui terapis yang memiliki pendekatan bawah sadar.
Nia diminta untuk segera merubah “g”nya menjadi “g” yang normal. Karena, bila seseorang merubah tulisan tangannya, hal itu dapat merubah/mempengaruhi karakter Nia.
Orang tua Nia meyakinkan Nia bahwa dirinya dicintai dan dihargai oleh Ayah dan Ibunya. Orang tuanya dapat memperbanyak pelukan hangat kasih sayang kepada Nia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here