3gmbr1Gambar 1. Indah (Surabaya)
“takut akan Papa”

Gambar ini digambar oleh Indah yang diminta untuk menggambar keadaannya pada saat ini, lalu Ia menggambarkan ayam dan anak ayam. Dimana ketika diminta menceritakan, ternyata Indah adalah anak ayam tersebut dan ayamnya dengan telinga yang “tajam” (kesan menyeramkan) adalah papanya. Ketika ditanya, Indah mengatakan bahwa memang ia sedang punya masalah dan takut dengan papanya, sehingga dalam gambar terlihat jelas bahwa ia seperti anak ayam yang takut kepada ayam dewasa yang “menyeramkan”.
Setelah ditanya lebih lanjut ternyata memang semenjak kecil, Papa Indah sangat menjaga Indah, namun, secara “tidak sengaja” tindakan papanya justru mengurung Indah, seperti tidak boleh keluar rumah lagi setelah sekolah, atau membatasi pergaulan Indah, membuat Indah menjadi takut terhadap papanya dan tidak berdaya terhadap perlakuan papanya. Sehingga saat ditanya tentang hubungan dengan papanya, suara Indah menjadi berubah dan matanya mulai menangis.
Dimasa depan, hal ini bisa sangat merugikan Indah, seperti jika Indah bertemu dengan seseorang yang dia anggap “seperti” papanya, maka tiba-tiba akan muncul perasaan takut yang sama dan membuat Indah menjadi tertekan, atau akan sulit bagi Indah untuk mengambil keputusan sendiri dalam hidupnya. Padahal papa Indah tidak bisa terus menjaga Indah, apalagi jika Indah sudah duduk di bangku kuliah, dimana dunia Indah dan papanya sudah sangat berbeda, apalagi dalam dunia kuliah, adalah saat dimana seseorang sudah mulai menjadi lebih mandiri dan menentukan hidupnya sendiri. Papa Indah juga tidak mungkin selalu mengambil keputusan bagi Indah, apalagi jika Indah sudah menikah. Kasihan bagi Indah, jika harus hidup dalam ketakutan atau tekanan dari papanya.
Solusi bagi Indah  adalah:
– Segera menghubungi Terapis yang bisa membantu Indah sampai ke level bawah sadar Indah
– Papa Indah mau meminta maaf, percaya kepada Indah dan memberikan kebebasan lebih kepada Indah

gmbr2Gambar  2. Ani ( Surabaya)
“Anak yang membutuhkan kasih sayang”

Lekukan “g” seperti palungan yang dimiliki oleh Ani, biasanya dimiliki oleh pribadi yang  membutuhkan kasih sayang lebih atau kasih sayang itu penting. Sehingga sangat besar kemungkinan bagi pribadi ini untuk melakukan apapun juga untuk mendapatkan kasih sayang lebih dari sekitarnya atau orang tuanya, seperti mengambek kepada orang tua, selalu mencari perhatian yang lain, pura-pura sakit, memukul atau membenci saudaranya, belajar sangat giat supaya bisa menunjukkan prestasi kepada orang tua. Bahkan di masa depan, sangat mungkin bagi pribadi ini untuk menyerahkan “segalanya” kepada pacarnya supaya pacarnya tidak memutusnya, karena ia mendambakan kasih sayang.
Hal ini bisa jadi disebabkan karena pada saat pribadi ini kecil (terutama dibawah 7 tahun), Pribadi ini  merasa orang tuanya sibuk bekerja dan kurang memperhatikan dirinya, sehingga pribadi ini merasa tidak disayangi atau tidak diperhatikan oleh orang tuanya sehingga pribadi ini mendambakan kasih sayang dari orang lain sebagai pengganti orang tuanya. Atau bisa juga dalam kasus lain, adalah karena adanya adik baru yang
menyita kasih sayang dari orang tuanya.
Untuk kasus Ani, ternyata pada saat kecil (SD), orang tua Ani tidak pernah mengingatkan Ani (baca : memperhatikan) Ani untuk belajar, atau memberinya dorongan semangat dalam belajar, padahal Ani melihat teman-temannya selalu diingatkan untuk belajar oleh orang tuanya, sehingga Ani belajar keras supaya mencapai prestasi tinggi, untuk ditunjukkan kepada orang tuanya, namun, dalam jangka panjang jika diteruskan, akan menjadi lingkaran yang tanpa ujung, bisa jadi saat bekerja nanti, Ani bekerja keras berprestasi, tapi saat sudah mencapainya, Ia menjadi bingung, untuk apa Ia mencapai semuanya itu dan hidup menjadi hampa, mengejar suatu perasaan yang tidak jelas (baca:perhatian dari orang tua saat kecil yang belum selesai) dan akibat-akibat negatif lainnya yang mungkin terjadi.
Solusi bagi Ani adalah
– Orang tua Ani perlu segera membawa Ani ke terapis, terutama terapis yang bisa membantu Ani sampai ke level bawah sadar Ani.
– Orang Tua Ani mau meluangkan waktu lebih kepada Ani, seperti menemani saat-saat senggang Ani, dan terus memberikan pesan berulang kepada Ani, bahwa orang tua Ani sangat menyayangi Ani dan Ani penting bagi orang tua Ani.
– Ani diajarkan untuk segera merubah “g”nya seperti gambar  3.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here