tivoliKopenhagen (Copenhavn), yang merupakan ibukota kerajaan Denmark, selain dikenal sebagai tempat kelahiran penulis kenamaan Hans Christian Andersen (H.C. Andersen) yang karya-karyanya mendunia dan keberadaan Danish Pastry yang sudah terkenal hingga ke mancanegara sebagai kudapan khas Eropa. Ada satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan jika berkunjung ke kota havn (pelabuhan) ini, yaitu Tivoli Garden. Berikut ini perjalanan Agung Basuki (pemilik TravelHemat.com & TravelHematShop.com).

Tempat ini telah menjadi semacam icon bagi Kopenhagen selain patung mungil The Little Mermaid yang terletak di Langelinie, daerah Nordhavn – pelabuhan di sebelah Utara Kopenhagen; Strøget – shopping street, yang konon terpanjang di dunia dengan panjang total mencapai lebih dari 20 km; ataupun Nyhavn (New Haven) – daerah bekas pelabuhan tua di masa lalu yang saat ini menjadi pusat kehidupan malam Kopenhagen yang sarat dengan hingar-bingar berbagai hiburan khas metropolis berjenis restoran, bar, café maupun diskotek.
Dari pintu gerbang Tivoli di Vesterbrogade, Anda bakal langsung terpukau oleh suasana meriah mirip Disneyland dalam skala yang lebih kecil. Terlihat pula sebuah bangunan mirip masjid berwarna putih, di halaman depannya terdapat air mancur berwarna-warni akibat permainan sinar lampu; The Tivoli Concert Hall—yang difungsikan sebagai restoran dengan sajian makanan khas Timur Tengah. Belum lagi dengan arena teater terbuka dengan panggung yang luas, masing-masing memiliki tema tersendiri dengan dekorasi yang sangat spesifik dan berubah-ubah dari waktu ke waktu.
The Pantomime Theater misalnya, didekorasi bergaya istana China tempo dulu. Pada jam tertentu diadakan pertunjukan pantomim dengan tema yang berbeda-beda, ditingkahi dengan pertunjukan akrobatik yang sanggup membuat penonton menahan napas.
Sementara di Plaenen – The Open Air Stage, dipertontonkan pertunjukan sulap dari 3 bersaudara asal Rusia yang penuh dengan adegan-adegan ‘berbahaya’.
Sajian utama di taman hiburan favorit Ratu Denmark di masa kecilnya itu adalah aneka permainan untuk anak dan orang dewasa yang jumlahnya lebih dari 25 jenis, mulai dari Den Flyvende Kuffert – The Flying Trunk, Dragebádene – The Dragon Boat sampai ke arena balap mobil boom-boom car – Radiobilerne dan Rutschebanen atau roller coaster.
Disamping itu, jajaran bermacam restoran bercita rasa internasional turut meramaikan taman hiburan yang hanya dibuka saat musim semi dan musim panas ini. Bahkan restoran-café ngetop asal Amerika – Hard Rock Café ikut membuka cabangnya di dalam taman yang mulai beroperasi pada 18 Agustus 1843 ini, tepatnya di sebelah kiri pintu masuk dari Vesterbrogade bersebelahan dengan kios-kios yang menjual suvenir khas Denmark seperti patung perak The Little Mermaid dalam berbagai ukuran, perahu Viking dari kayu, patung serdadu Viking tempo dulu bersenjata tombak, pedang dan tameng besi, maupun hiasan gambar dinding tiga dimensi dengan berbagai karakter seperti yang terdapat dalam cerita H.C. Andersen.
Saat malam tiba, dimulailah pertunjukan yang sebenarnya, di mana keindahan Tivoli benar-benar tampak mempesona. Illumination Show at Tivoli, itulah yang tertulis dalam daftar acara yang sengaja dibuat dalam ukuran besar di depan pintu masuk. Lebih dari seratus ribu cahaya lampu warna-warni dengan kekuatan lebih dari satu juta watt menyinari setiap pelosok taman seluas 83 ribu meter persegi ini! Pemandangan indah yang terlihat di siang hari menjadi makin mempesona dengan permainan cahaya lampu di malam hari.
Ya, memang Tivoli telah membuat banyak orang jatuh cinta; sehingga untuk itu banyak yang sengaja berlama-lama hanging-out di taman yang jika namanya dieja dari belakang, maka akan terbaca kata I LOV IT (I love it) itu, menunggu pertunjukan puncak pesta kembang api raksasa yang diselenggarakan setiap malam Rabu dan Sabtu hanya ketika langit telah benar-benar gelap total. Dan jika Anda berkunjung di musim panas (bulan Juli – September), di mana suhu udara tergolong bersahabat untuk pendatang dari daerah tropis seperti Indonesia, maka bersabarlah untuk menunggu lantaran langit Kopenhagen baru benar-benar gulita saat jarum jam menunjukkan angka di atas jam 11 malam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here